Kondisi Miris Tenaga Medis Berjibaku Lawan Corona di Tengah Kelangkaan APD

Jakarta

Alat pelindung diri (APD) jadi perlengkapan wajib tenaga medis saat menangani pasien virus corona COVID-19. Namun, fakta di lapangan tidak semua fasilitas kesehatan bisa memberikan para dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya APD yang memadai karena keterbatasan stok.

Di berbagai media kerap muncul permintaan donasi, rekaman foto, hingga video para tenaga kesehatan memakai APD yang tidak sesuai standar. Sebagai contoh ramai video beberapa tenaga kesehatan menangani pasien sambil memakai jas hujan yang dimodifikasi sebagai APD.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, berikut kisah miris tenaga kesehatan berjibaku lawan corona dengan kondisi minim APD:

1. Petugas di Tasik antar pasien ODP pakai jas hujan

Viral video dan foto menampilkan petugas menggunakan jas hujan saat mengantar Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus Corona di RSUD Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat membenarkan hal tersebut.

“Benar itu kejadiannya, tapi itu yang pakai jas hujan bukan paramedis dan petugas medis, tapi petugas ambulans saja. Waktu itu mau antar WN Filipina ke Cirebon. Tapi bukan dirujuk ya, karena interpretasinya beda. Diantar saja,” ujar Uus saat dihubungi detikcom, Selasa (10/3/2020) malam.

2. Tenaga Medis di RSUD Lanto Dg Pasewang pakai jas hujan

Viral di media sosial, video seorang tenaga medis di RSUD Lanto Dg Pasewang, Jeneponto, Sulawesi Selatan, yang sedang mengenakan jas hujan plastik sebagai pengganti APD.

“Kami hanya bisa gunakan APD seadanya pak @jokowi tolong bantu kami. Pujian tidak ada gunanya pak,” tulis @non_tary dalam video viral yang diunggahnya tersebut di Twitter, Jumat (20/3/2020).

Pelaksana tugas kepala bagian tata usaha di RSUD Lanto Dg Pasewang, dr Pasriani, membenarkan hal tersebut.

“Itu (jas hujan plastik) alternatif, sambil menunggu pesanan datang,” terangnya pada detikcom, Sabtu (21/3/2020).

3. Kurangnya APD di RSUD Pelabuhan Ratu, Sukabumi

RSUD Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, sampai harus membuka penerimaan bantuan donasi berupa APD. Hal ini dilakukan karena persediaannya yang mulai menipis.

“Kami menerima bantuan APD terkait penanganan dan perawatan kasus COVID 19 di RSUD Palabuhanratu. Dikarenakan keterbatasan APD atau bisa menyumbang lain-lainnya berupa suplemen, vitamin dll,” tulis pemilik akun Instagram @arieprtm_ seperti dilihat detikcom, Senin (23/3/2020).

4. Pesanan APD RSUD Mamuju Tengah tak kunjung tiba

Petugas medis di RSUD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), diliputi kecemasan lantaran kekurangan APD. Direktur RSUD Mateng, dr Patunrengi, mengaku sudah melakukan pemesanan namun APD tak kunjung tiba.

“Sekarang ini kami telah berproses memesan APD yang standar, bahkan telah hampir satu bulan namun sampai sekarang kami belum menerima,” kata Direktur RSUD Mateng, dr Patunrengi, kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

5. RS Adam Malik Medan buka hotline donasi

RS Adam Malik Medan mengatakan APD bagi tenaga medis yang menangani pasien corona terus berkurang. Pihak RS kesulitan mencari stoknya di pasar.

“Kalau tren jumlah pasien terus seperti ini atau bahkan meningkat, pasti kurang. Karena sekarang APD pun sudah langka di pasaran. Kami mau beli pun sudah susah,” kata Kasubbag Humas RS Adam Malik Medan, Rosario Simanjuntak, kepada wartawan, Senin (23/3/2020).

Untuk mengatasi hal tersebut RS Adam Malik berharap pada kedermawanan masyarakat dengan membuka penerimaan donasi.

Simak Video “WHO Belum Bisa Prediksi Penyebaran COVID-19 ke Depannya
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *